dikemitraan ini, mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan lapangan, mulai dari pendampingan petani, pengenalan teknologi pertanian, pengelolaan data wilayah binaan, hingga penerapan inovasi budidaya. Kehadiran mahasiswa di BPP Simou , diproyeksikan telah memberi dampak positif pada percepatan adopsi teknologi di tingkat petani. kegiatan magang angkatan pertama yang dimulai dari 11 Agustus sampai dengan 11 Desember 2025 ini, diikuti oleh 15 orang Mahasiswa dari Prodi Agroteknologi
1. Wayan
Yudana_25 agustus_23 oktober (11 sks)
2. Ketut
Evin Aditya Sukma Wijaya_25 agustus_21 oktober (11 sks)
3. Husrah_25
agustus_ 2 November (12 sks)
4. Divva
Pratama_25 agustus_25 Oktober (12 sks)
5. Mayang
Sari_25 agustus_26 oktober 2025 (12 sks)
6. Muhammad
Arham_25 agustus_26 oktober 2025 (12 sks)
7. Moh.
Syahreza Faudzan_25 agustus_20 Oktober (10 sks)
8. Desi
Pakiding_25 agustus_16 September, 13 Oktober - 20 November (11sks)
9. Anggy
Angriani_25 Agustus_18 November 2025 (18)
10. Anugrah syah alam_25
agustus_1 november 2025 (12 sks)
11. Miftahul
khair _25 agustus _30 november (19)
12. Andi
Khairunnisa_25 Agustus_13 November (15 sks)
13. I
Putu Deni Permana_25 Agustus_25 Oktober (12 Sks)
14. Mohamad
Yasin_25 Agustus_25 Oktober (12 Sks)
15. Nur Rahmat
Pada acara seremonial penarikan Mahasiswa yang telah berakhir masa magangnya, Penyuluh Pertanian Bidang Programa "Iin Usriani' yang juga selaku Mentor pada kegiatan ini menyampaikan bahwa program MBKM ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan kelembagaan penyuluhan. “Kami siap mendampingi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan, sekaligus bersama-sama mendorong peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Kerja BPP Simou,” ujarnya.
Koordinator BPP Simou "Sunardin' menyampaikan kegiatan magang ini sejalan dengan program Pak Gubernur SulTeng, menumbuhkan Petani milenial Tangguh melalu program BERANI MAKMUR" untuk kelanjutan regenerasi petani dan pertanian berkelanjutan. ditambahkannya saat ini ada tiga desa dikecamatan labuan yang menjadi pilot projek penumbuhan Petani Milenial di Kabupaten Donggala melalui fasilitasi Bappeda Sulteng dan kerjasama dari beberapa dinas terkait.
Sementara itu, perwakilan Program Studi Agroteknologi Universitas Tadulako menegaskan bahwa kemitraan ini sejalan dengan visi kampus untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi memahami realitas pertanian di tingkat tapak. Ini sangat penting untuk menyiapkan SDM pertanian yang unggul dan berdaya saing,” jelas Adnan
Program magang MBKM di BPP Simou dijadwalkan berlangsung secara berkelanjutan dengan fokus pada praktik pertanian berkelanjutan, digitalisasi data penyuluhan, dan penguatan kapasitas petani millennial. Kerja sama ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan dan pembangunan pertanian di Kabupaten Donggala.
lebih dari pada itu, saat ini Penyuluh Pertanian melalui Inpres no 3 tahun 2025 tentang pendayagunaan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam mendukung Swasembada Pangan, PPL ditahun depan telah berstatus sebagai pegawai kementan, artinya PPL diharuskan lebih baik lagi dalam hal pelayanan dan pendampingan kekelompok tani. salah satunya adalah pelayanan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai pusat pembelajaran